Tampilkan postingan dengan label jadwal kelas. Tampilkan semua postingan

Bagaimana kita menyikapi gerak laju zaman dan segala hal yang memengaruhinya? Suatu temuan terkadang menandai titik kemajuan zaman dan me...


Bagaimana kita menyikapi gerak laju zaman dan segala hal yang memengaruhinya? Suatu temuan terkadang menandai titik kemajuan zaman dan menimbulkan suatu "semangat zaman". Sejarah pun tidak luput dari pengaruh-pengaruh itu. Apa saja yang memengaruhi pemahaman terhadap sejarah selama berabad-abad, khususnya ketika manusia telah dirasionalisasi oleh zaman industri?

Pada pertemuan Kelas Historiografi Komunitas Sulur yang ketiga kita akan membahasnya dengan topik "Ide Tentang Kemajuan dan Kenapa Kita Harus Belajar Sejarah" yang berdasarkan atas pembacaan buku E.H Carr What Is History?



Ide Tentang Kemajuan dan Kenapa Kita Harus Belajar Sejarah
Chairani Rahiimi
Senin, 12 Maret 2018
14.30-Selesai
B1.01, FIB, UNPAD

Dalam percakapan tentang sejarah, ada yang sering kali luput dalam pembahasan, yakni apa itu sejarah dan apa itu tulisan sejarah? Pertanyaan...

Dalam percakapan tentang sejarah, ada yang sering kali luput dalam pembahasan, yakni apa itu sejarah dan apa itu tulisan sejarah? Pertanyaan ini tampak sepele, tapi jawaban atas pertanyaan itu tidak sesederhana yang kita bayangkan. Definisi yang umum tentang sejarah, seperti "rekonstruksi masa lalu" hanya salah satu dari sejumlah pengertian yang ada. Dan jawaban atas pertanyaan itu merefleksikan cara kita memandang masa lalu dan masa kini.



Atas dasar itulah Kelompok Belajar Sulur pada semester ini menyelenggarakan kelas historiografi. Dalam sesi ini kami akan fokus pada tiga karya ditulis pada periode yang sama dan mencoba mengelaborasi pertanyaan yang sama: apa itu sejarah dan apa itu tulisan sejarah. Pertama, buku yang akan dibahas adalah buku klasik Apa itu Sejarah? karangan E.H Carr, seorang sejarawan asal Inggris. Pembahasan atas buku ini dimaksudkan untuk menyegarkan kembali pertanyaan-pertanyaan yang pernah diajukan setengah abad yang lalu, yang sampai saat ini masih cukup relevan, tapi sayangnya sering kali diabaikan. Kedua, adalah Writing History: Essay on Epistimology karya Paul Veyne, sejarawan Prancis yang melalui karyanya ini telah ikut mewarnai praktik penulisan sejarah di Prancis dan menggoda para filsuf untuk terlibat dalam perdebatan, terutama pada wilayah epistimologi sejarah. Di dalam karyanya ini, Veyne mengulas tentang apa dan bagaimana pengetahuan sejarah terbentuk. Dengan kata lain, ia membahas apa yang disebut sebagai epistomologi ilmu sejarah. Terakhir, buku yang akan dibahas adalah The Writing of History karya Michel de Certeau yang juga seorang sejarawan Prancis. Certeau dikenal sebagai seorang pemikir kebudayaan. Dalam karyanya ini ia mencoba merefleksikan bagaimana pengetahuan sejarah terbentuk dan beroperasi melalui tulisan.

Pembahasan atas karya-karya tersebut seperti tidak berjejak di bumi, jauh dari persoalan kehidupan sehari-hari yang nyata. Akan tetapi, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Meskipun demikian, melalui pembahasan atas karya-karya ini diharapkan kajian sejarah jadi lebih menyentuh perkara keseharian, seperti kenapa dalam berargumen orang-orang selalu saja bertopang ke sejarah meski mengaku tidak suka pada sejarah; kenapa studi sejarah kita cenderung romantik; kenapa sejarah yang diproduksi oleh masa kini hampir tidak bisa menjawab persoalan teraktual? Kesalahan sejarah sebagai ilmu yang kurang radikal atau kesalahan sejarawan yang kurang progresif? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang akan dijawab dalam diskusi ini. Tiga buku itu mungkin tidak bisa menjawabnya, tapi setidaknya melalui pembahasan atas karya-karya itu diharapkan akan timbul percakapan-percakapan yang sifatnya epistimologis dalam perbincangan mengenai sejarah.




Sejarah, Fakta Sejarah, dan Sejarawan
Fadly Rahman (Rabu, 28/2/18)

Memahami Ilmu dan Hukum Kausalitas dalam Sejarah
Azmil R. Noel Hakim (Senin, 5/3/18)

Ide Tentang Kemajuan dan Kenapa Kita Harus Belajar Sejarah
Chairani Rahiimi (Seni, 12/3/18)

Apa yang Ditulis Sejarah?
Rizki Putra Zuwandono, Ummu Aiman (Senin, 19/3/18)

Plot dan Kekhasan Peristiwa
Anugrah Rahmatulloh (Senin, 26/3/18)

Tentang Teori dan Konsep
Alika Lahitani (Senin, 2/4/18)

Kausalitas dan Kesadaran Bertindak
Farhan Assidiq (Senin, 9/4/18)

Sejarah: Antara Karya Sastra dan Ilmu
Kelana Wisnu (Senin, 16/4/18)

Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial
Budi Gustaman (Senin, 23/4/18)

Sejarah, Tulisan, dan Makna
I. Gifar Ramzani (Senin, 30/4/18)

Cara Kerja Sejarah Sebagai Ilmu
Reyonal Octavianus T., Ridha Hamidah Budian (Senin, 7/5/18)




Pertanyaan mengenai kedudukan sejarah sebagai ilmu sempat menjadi perbincangan ramai. Hal itulah yang kemudian menjadi perhatian Ca...




Pertanyaan mengenai kedudukan sejarah sebagai ilmu sempat menjadi perbincangan ramai. Hal itulah yang kemudian menjadi perhatian Carr dalam salam satu bagian pembahasan bukunya. Selain itu, bagaimana kedudukan kausalitas juga persoalan lain yg diperhatikan.

Bagaimana bisa Sejarah pernah disangsikan kedudukannya sebagai sebuah ilmu, tapi ia turut berperan menandai kemajuan ilmu-ilmu lainnya? Mari kita diskusikan topik "Memahami Sejarah Sebagai Sebuah Ilmu" pada kesempatan ini. Diskusi pertemuan ketiga Kelas Historiografi Sulur kali ini akan dipantik oleh Azmil R. Noel Hakim.

Sampai jumpa besok pukul 14.30 di Gedung B, Ruang B1.01, FIB, UNPAD, lur~~

Selengkapnya:
http://www.sulur.id/2018/03/memahami-ilmu-dan-hukum-kasualitas.html

#komunitassulur

Analisis peranan penting dilihat untuk menimbang bagaimana sebuah pengetahuan itu diproduksi lantas didistribusikan ke masyarakat. Seperti y...

Analisis peranan penting dilihat untuk menimbang bagaimana sebuah pengetahuan itu diproduksi lantas didistribusikan ke masyarakat. Seperti yang dikatakan Berger dan Luckmann dalam The Social Construction of Reality (1966), hal itu akan mengungkap mediasi pengetahuan antara alam semesta makroskopis dengan individu dalam masyarakat.



Nah, kita akan mendsikusikan lebih lanjut dengan topik bahasan "Sejarah, Fakta Sejarah, dan Sejarawan" yang akan dipantik oleh Fadly Rahman. Seperti yang kita ketahui, kenyataan objektif yang dicerap oleh sejarawan belum tentu sama antara satu dengan yang lainnya. Maka dari itu kita perlu untuk membahas bagaimana fakta sejarah itu disikapi oleh pegiat ilmu sejarah itu sendiri.

Pada pertemuan ini kita akan mulai membahas salah satu dari ketiga buku yang disusun Kelas Historiografi Sulur. Kita akan masuk dalam perdebatan tentang historiografi itu lewat buku What is History karangan E.H Carr. Jangan lupa untuk membacanya dulu, kawan-kawan.

Untuk jadwal kelas khusus minggu ini akan dialihkan pada hari Rabu dengan waktu yang sama, bertempat di Ruang B1.01, FIB Unpad (Ruang kelas Taman Gorky). Kami tunggu kehadirannya, lur~

Selamat malam para pembaca sejarah dan sastra. Kami ingin menginformasikan kepada para handai tolan sekalian bahwa besok adalah pertemuan ko...

Selamat malam para pembaca sejarah dan sastra. Kami ingin menginformasikan kepada para handai tolan sekalian bahwa besok adalah pertemuan komunitas Sulur yang pertama.

Kami akan membuka pertemuan pertama ini dengan mennyajikan topik bahasan “Herodotus Sang Pendusta”. Ya, nanti kita akan membicarakan sang bapak sejarah itu. Apakah betul ia selama ini menulis catatan-catatan kebohongan belaka atau malah sebaliknya? Di pertemuan pertama, kita akan ditemani Gani Ahmad Jaelani sebagai pemantik diskusi.

Mari kita belajar bersama soal asal-usul sejarah dan bagaimana sejarah itu bekerja dalam kehidupan sehari-hari. Kami tunggu kedatangan bung dan nona di Perpustakaan Batu Api, pukul 14.30. Sampai jumpa!



#komunitassulur #belajarsejarah